Jumat, 22 Februari 2013

Opini: Politik Adu Domba via Cyber Hacker

13610069801579147851
Tidak hanya di Indonesia yang mendirikan berbagai OP (Operatian,sebuah istilah untuk melancarkan serangan Hack melalui satu komando) tapi ternyata negara negara lain di Asia telah mendirikan OP yang tekadang satu negara bekerjasama untuk menyerang target yang sama. Berbagai OP telah didirikan demi untuk menghancurkan lawan yang menjadi target mereka. Belakangan OP yang telah didirikan oleh para hacker di Indonesia seperti #OP Pakistan, #OP Malaysia dan sekarang mereka lagi panas panasnya dengan #OP Myanmar.
#OP Pakistan yang panas pada tahun 2012 didirikan karena  para hacker pakistan dituduh terlalu ikut campur dengan urusan dalam negeri Indonesia dengan mengirim pesan kepada para Koruptor Indonesia yang membuat para hacktivist Indonesia geram dan melancarkan serangan.
"Orang orang Pakistan jangan campuri urusan dalam negeri Indonesia, dan pesan deface itu salah alamat karena itu kampanye negatif bagi Indonesia."  menurut salah satu Hacktivist #OP Myanmar.
Sebelum #OP Pakistan didirikan #OP Malasysia, yang disebabkan karena perebutan adu klaim tarian tor tor. ribuan situs malaysia berjatuhan dan ratusan situs Indonesia berhasil mereka deface. Salah satu bentuk pesan yang mereka tinggalkan.
"STOP STEALING INDONESIA CULTURE  HARITAGE, WE ARE THE INDONESIAN YOUTH GENERATION NEVER LET YOUR STEAL OUR CULTURE HARITAGE."
Sekarang pun didirikan #OP Myanmar dan ternyata tak hanya dari Indonesia yang ikut menyerang myanmar tapi dari negara yang dominan muslim lainnya yaitu Malaysia yang sempat menjadi Rival Indonesia. Tetapi sekarang mereka saling berkerjasama menyerang Myanmar.
Penyebab dari berdirinya #OP ini karena Myanmar dituduh menghina, melecehkan Indonesia serta agama Islam. Akibatnya lagi lagi situs kedua belah pihak yang menjadi akibatnya bahkan banyak situs pemerintah yang berhasil mereka lumpuhkan. Salah satunya target yang sampai saat ini  belum di patch atau dikontruksi ulang ialah situs Portal Nasional Indonesia www.Indonesia.go.id/.
Dari berbagai #OP yang didirikan mayoritas dari negara muslim dan Asia, yang menimbulkan banyak pertanyaan , komentar dan masukan  yang membuat kita  harus berpikir ulang. Berbagai komentar yang muncul seperti:
- apakah mungkin sekarang kita sedang diadu domba oleh kelompok tertentu yang menginginkan Islam dan Asia terpecah belah;
- setelah kita diadu domba dengan malaysia sekarang mereka malah mengadu domba dengan Pakistan kemudian Myanmar yang belakangan ini sangat sensitive;
- alangkah baiknya kita bersatu dan menyerang musuh yang telah nyata mengadu kita;
- kita boleh saja menyerang Anon anon tersebut tapi kita jangan lengah karena masih banyak saudara muslim kita yang membutuhkan kita.
Tulisan ini hanya opini yang mungkin tidak benar tetapi tidak menutup kemungkinan akan menjadi fakta. Semuanya diserahkan kepada diri kita masing masing. Yang penting kita jangan lengah akan setiap serangan yang menggangu kita baik negara maupun agama.

teknologi.kompasiana.com/internet/2013/02/23/resharepolitik-adu-domba-via-cyber-hacker-indo-vs-pakistan-vs-malay-vs-myanmar-537369.html

Jumat, 01 Februari 2013

PAN Meraup Suara PKS


           Partai Keadilan Sosial (PKS)  selalu membanggakan diri sebagai partai bersih karena Kader kadernya tidak pernah tersangkut kasus korupsi. Namun tidak untuk sekarang, citra PKS mulai menurut setelah presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menjadi tersangka dalam dugaan suap impor daging sapi.

           Tapi ternyata dengan tercorengnya citra PKS belakangan ini ada partai yang dapat meraup suara partai tersebut. Dikarenakan partai yang dapat meraup suara tersebut memiliki daya tarik yang hampir sama jika kita lihat dari para calon pemilihnya. Siapakah Partai tersebut?

        Pengamat polotik dari LSI Burhanudin Muhtadi mengatakan bahwa partai yang paling banyak dapat meraup suara PKS ialah Partai Amanat Nasional (PAN). Dikarenakan partai tersebut memiliki kesamaan yang tidak menutup kemungkinan suara tersebut bisa beralih ke partai yang berlambah Matahari tersebut. 

“PAN paling banyak meraup suara, karena irisan calon suara PKS berdekatan dengan PAN. Dari sisi kelas calon suara dan  Kelompok Islam Modern  ,” papar Burhanudin  Jakarta, Sabtu (2/2/2013).

        Dengan terpilihnya presiden baru PKS yakni Anis Mata setidaknya mampu untuk membenahi kembali partai mereka. Walau banyak yang berpendapat pidato  yang dikemukakan Anis tentang penghimbauan Salat taubat Nasional yang akan diselenggarakan PKS agak janggal.

 Baca >>>
http://politik.kompasiana.com/2013/02/02/pengamat-politikpan-meraup-suara-pks-530756.html

Rabu, 30 Januari 2013

Kebebasan Pers ?

         
           "Kebebasan pers? "apa yang terbayang dalam pikiran kita jika dua kata tersebut saling berdekatan. Pasti banyak yang dapat kita uraikan dari dua kata tersebut. Banyak yang pro dan dan tak sedikit pula yang kontra.
                    Tapi intinya di negara yang berdemokrasi ini, kebebasan pers merupakan salah satu ciri utama dari terbentuknya demokrasi. Setiap orang boleh menyuarakan pendapatnya sesuka hati asal tanpa rasa takut, asal bertanggungjawab.

                  Kita memang pernah berada di Era Demokrasi Boneka yang kebebasan pers sangat dikekang dalam prakteknya. Media media dimanfaatkan sedemikian rupa demi melanggengkan kekuasaannya, menutup semua kesalahan, memutar balikan fakta bahkan membuat sejarah palsu. Apa yang ingin disampaikan di publik harus ada izin dahulu jika melanggar mereka bisa saja dihilangkan.

                    Namun, pasca Era Demokrasi Boneka tersebut jatuh, seakan-akan terjadinya banjir besar yang tidak bisa ditahan akibat tidak kuatnya bendungan melawan arus. Pasca itulah banyak opini dan sejarah baru yang bermunculan di muka publik. Masyarakat yang dahulu hanya didoktrin dengan dongen-dongeng yang belum tentu kebenaranya sampai-sampai mereka sempat tertidur sekarang telah bangun dari tidurnya.

                  Satu lagi pertanyaan, apakah hari ini kita benar-benar merasakan kebebasan pers yang murni? "belum tentu." Memang pada saat ini kita bisa mengkritik pemerintah sesuka hati kia demi terciptanya negara yang lebih baik. Tapi di sisi lain tidak hanya itu yang dikatakan kebebasan pers. Kebebasan pers sebenarnya ialah murni ingin menyuarakan pendapat tanpa ada permainan makhluk di atasnya yang memiliki kepentingan tertentu.

                 Banyak kita lihat media media yang telah tercemar dengan unsur politik dari golongan tertentu. Sehingga wartawan pada saat ini harus memilah apa yang ingin dia suarakan. Jika ia menjelek-jelekan salah satu golongan dari media tersebut, sudah jelas tulisannya tidak akan diterima bahkan ia bisa dikeluarkan. Oleh karena itu banyak wartawan yang benar benar memiliki idealis mengundurkan diri. sudah jelas media tidak terlalu menjadikan ini suatu sorotan penting.

                Ternyata kebebasan pers tidak 100% bebas dari kungkungannya. Kita seakan kembali ke era lalu dengan versi yang berbeda. Kita sebagai konsumen, harus benar benar bisa menyaring informasi yang akan kita konsumsi. Jangan sampai salah konsumsi, salah salah kita bisa keracunan.

baca juga: http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2013/01/31/kebebasan-pers-530229.html