Minggu, 18 November 2012

Tokoh Capres 2014 dengan Ideologi Baru: ”Rhoma Irama”

-->
Belakangan ini banyak tampil di media publik nama-nama tokoh yang akan diusut untuk menjadi bakal calon presiden di bursa Capres 2014 mendatang. Baik itu dari tokoh  lama seperti Ketua Umum PDIP (Megawati Sukarnoputri),Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra (Prabowo Subianto),Ketua Umum Partai Golkar (Aburizal Bakrie) “Ical”, Ketua PMI (Jusuf Kalla), Ketua Umum Partai Hanura(Wiranto); kemudian tokoh baru yang namanya juga sering muncul seperti Menko perekonomian (hatta rajasa),Surya Paloh,Ketua MK (Mahfud MD),Menteri BUMN (Dahlan Iskan)Mantan menteri keuangan (Sri Mulyani Indrawati);selain itu muncul pula nama tokoh dari kalangan akademisi seperti Rektor UIN Syarif Hidayatullah (Komarudin Hidayat), Rektor Paramadina Jakarta (Anies Baswedan) bahkan Jokowi yang baru saja menduduki dan menjalani masa tugasnya juga tak lepas dari usutan untuk menjadi bakal calon presiden mendatang.
Ternyata yang menjadi nama tokoh untuk bakal calon presiden di bursa capres 2014 tak hanya dari kalangan yang disebutkan diatas saja akan tetapi juga ada yang diangkat dari kalangan artis atau seniman. Seperti belakangan ini nama Rhoma Irama yang dijuluki raja dangdut itu santer dibicarakan masyarakat karena namanya sering disebut-sebut bakal tampil di bursa calon presiden 2014.
Mengutip pernyataan Direktur Lembaga Survei Indonesia, Burhanudin Muhtadi disalah satu media publik mengatakan publik terlalu serius menanggapi kabar pencalonan Rhoma Irama sebagai presiden. Sebab nama-nama calon presiden yang beredar sekarang belum tentu akan melaju dalam pemilu presiden 2014.
“selain masih jauh dari deadline resmi, aka nada banyak nama, termasuk dari kalangan tidak jelas,”Kata Burhanudin
Kata Burhanudin, penyebutan nama Rhoma hanya strategi PPP guna menaikan elektabilitas partai. Nama PPP akan terangkat karena orang jadi tahu bila Rhoma kader PPP. Dampaknya bakal terasa pada pemilihan dari kalangan muslim. Nama Rhoma punya segmen khas, yakni pemilih dari kalangan  islam konservatif, yang melihat Rhoma didukung oleh ulama.
Sepertinya pengusutan nama Rhoma ini akan  menjadi survey cukup menarik, dengan munculnya nama Rhoma di bursa calon presiden 2014 akan terlihat nanntinya  bagaimana reaksi masyarakat. Dengan nama ini setidaknya kita bisa sedikit banyaknya meneliti seberapa banyaknya masyarakat Indonesia yang menyukai kriteria ini. Apakah kriteria ini akan menjadi perhitungan kelak, semua itu kita lihat saja nanti.
Yang pasti masyrakat kita sekarang tidak hanya melihat  ideologi dari berbagai macam calon maupun partai yang dibawanya,contohnya yang berideologi nasionalis seperti PDIP, Sosialis atau kerakyatan (Hanura),islamis (PPP) dan berbagai macam partai politik lainnya  dengan ideologinya masing-masing akan tetapi juga melihat elektabilitas dan kepamoran seorang tokoh.
Namun yang menjadi pertanyaan, kepamoran yang model apa yang dimaksudkan. Apakah kepamoran seorang seniman atau artis termasuk kategori kepamoran itu. Ternyata jawabannya bisa dikatakan “ya”, karena telah banyak terbukti para artis atau seniman yang berani mencalonkan diri sebagai pejabat dan telah banyak pula dari mereka yang terpilih. Beberapa nama tersebut yakni Rano Karno mantan pemain Si Doel Anak Sekolahan berhasil menjadi wakil bupati Tangerang, Alm. Adji Masaid dan Angelina sondak mantan artis dan putri Indonesia ini menjadi anggota DPR RI,Eko Patrio seorang pelawak menjadi anggota DPR RI, Nurul Arifin bintang film era 80’an menjadi anggota DPR RI,Tantowi yahya pembawa acara terkenal menjadi anggota DPR RI dan masih banyak lagi baik yang terpilih maupun yang gagal.
Tapi apakah kursi presiden akan diduduki oleh kalangan artis atau seniman dan seni menjadi ideologi baru partai politik, pertanyaan ini seolah-olah seperti lelucon. Tetapi pertanyaan yang kita anggap sebagai lelucon ini bisa saja  jadi menjadi kenyataan. Toh bapak presiden kita sekarang juga seniman dengan berbagai karya lagunya yang sempat menjadi hot topik publik.
Melalui tulisan ini saya harapkan agar para calon  presiden maupun wakil presiden serta jajaranya  dapat merubah  Indonesia menjadi lebih baik dan mampu melunasi apa yang mereka janjikan. Kemudian untuk partai politik agar dapat menjelaskan secara jelas garis ideologi mereka serta dapat menyajikan  program  yang bermutu dan dapat diterima oleh banyak masyarakat agar masyarakat dapat memilih secara lebih pintar dan sadar akan apa yang ia pilih.