Belakangan ini banyak tampil di media publik nama-nama tokoh yang akan
diusut untuk menjadi bakal calon presiden di bursa Capres 2014 mendatang. Baik
itu dari tokoh lama seperti Ketua Umum
PDIP (Megawati Sukarnoputri),Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra (Prabowo
Subianto),Ketua Umum Partai Golkar (Aburizal Bakrie) “Ical”,
Ketua PMI (Jusuf Kalla), Ketua Umum Partai Hanura(Wiranto); kemudian tokoh baru
yang namanya juga sering muncul seperti Menko perekonomian (hatta rajasa),Surya
Paloh,Ketua MK (Mahfud MD),Menteri BUMN (Dahlan Iskan)Mantan menteri keuangan
(Sri Mulyani Indrawati);selain itu muncul pula nama tokoh dari kalangan
akademisi seperti Rektor UIN Syarif Hidayatullah (Komarudin Hidayat), Rektor
Paramadina Jakarta (Anies Baswedan) bahkan Jokowi yang baru saja menduduki dan
menjalani masa tugasnya juga tak lepas dari usutan untuk menjadi bakal calon
presiden mendatang.
Ternyata yang menjadi
nama tokoh untuk bakal calon presiden di bursa capres 2014 tak hanya dari
kalangan yang disebutkan diatas saja akan tetapi juga ada yang diangkat dari
kalangan artis atau seniman. Seperti belakangan ini nama Rhoma Irama yang
dijuluki raja dangdut itu santer dibicarakan masyarakat karena namanya sering
disebut-sebut bakal tampil di bursa calon presiden 2014.
Mengutip
pernyataan Direktur Lembaga Survei Indonesia, Burhanudin Muhtadi disalah satu
media publik mengatakan publik terlalu serius menanggapi kabar pencalonan Rhoma
Irama sebagai presiden. Sebab nama-nama calon presiden yang beredar sekarang
belum tentu akan melaju dalam pemilu presiden 2014.
“selain masih
jauh dari deadline resmi, aka nada banyak nama, termasuk dari kalangan tidak
jelas,”Kata Burhanudin
Kata Burhanudin,
penyebutan nama Rhoma hanya strategi PPP guna menaikan elektabilitas partai.
Nama PPP akan terangkat karena orang jadi tahu bila Rhoma kader PPP. Dampaknya
bakal terasa pada pemilihan dari kalangan muslim. Nama Rhoma punya segmen khas,
yakni pemilih dari kalangan islam
konservatif, yang melihat Rhoma didukung oleh ulama.
Sepertinya pengusutan
nama Rhoma ini akan menjadi survey cukup
menarik, dengan munculnya nama Rhoma di bursa calon presiden 2014 akan terlihat
nanntinya bagaimana reaksi masyarakat.
Dengan nama ini setidaknya kita bisa sedikit banyaknya meneliti seberapa
banyaknya masyarakat Indonesia yang menyukai kriteria ini. Apakah kriteria ini
akan menjadi perhitungan kelak, semua itu kita lihat saja nanti.
Yang pasti
masyrakat kita sekarang tidak hanya melihat
ideologi dari berbagai macam calon maupun partai yang dibawanya,contohnya
yang berideologi nasionalis seperti PDIP, Sosialis atau kerakyatan
(Hanura),islamis (PPP) dan berbagai macam partai politik lainnya dengan ideologinya masing-masing akan tetapi
juga melihat elektabilitas dan kepamoran seorang tokoh.
Namun yang
menjadi pertanyaan, kepamoran yang model apa yang dimaksudkan. Apakah kepamoran
seorang seniman atau artis termasuk kategori kepamoran itu. Ternyata jawabannya
bisa dikatakan “ya”, karena telah banyak terbukti para artis atau seniman yang
berani mencalonkan diri sebagai pejabat dan telah banyak pula dari mereka yang
terpilih. Beberapa nama tersebut yakni Rano Karno mantan pemain Si Doel Anak
Sekolahan berhasil menjadi wakil bupati Tangerang, Alm. Adji Masaid dan
Angelina sondak mantan artis dan putri Indonesia ini menjadi anggota DPR RI,Eko
Patrio seorang pelawak menjadi anggota DPR RI, Nurul Arifin bintang film era
80’an menjadi anggota DPR RI,Tantowi yahya pembawa acara terkenal menjadi
anggota DPR RI dan masih banyak lagi baik yang terpilih maupun yang gagal.
Tapi apakah
kursi presiden akan diduduki oleh kalangan artis atau seniman dan seni menjadi
ideologi baru partai politik, pertanyaan ini seolah-olah seperti lelucon.
Tetapi pertanyaan yang kita anggap sebagai lelucon ini bisa saja jadi menjadi kenyataan. Toh bapak presiden
kita sekarang juga seniman dengan berbagai karya lagunya yang sempat menjadi hot
topik publik.
Melalui tulisan ini
saya harapkan agar para calon presiden
maupun wakil presiden serta jajaranya dapat merubah Indonesia menjadi lebih baik dan mampu
melunasi apa yang mereka janjikan. Kemudian untuk partai politik agar dapat
menjelaskan secara jelas garis ideologi mereka serta dapat menyajikan program
yang bermutu dan dapat diterima oleh banyak masyarakat agar masyarakat
dapat memilih secara lebih pintar dan sadar akan apa yang ia pilih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar